AYO TANAM GAHARU !!! HIDUP MANDIRI.... EKONOMI TINGGI >>>>>>> GAHARU..... 1 POHON HASILKAN PULUHAN JUTA RUPIAH

June 27

BENGKULU
Posted on June 27th, 2010 at 7:29 AM by adesanjaya

LETAK PERBATASAN BENGKULU

Provinsi Bengkulu secara geografis terletak di pantai barat Pulau Sumatera, membujur sejajar pegunungan Bukit Barisan dan menempati wilayah seluas 19.789 km2 atau 1.978.870 Ha. Provinsi Bengkulu terletak diantara 2o-16o – 3o-31o Lintang Selatan dan 101o-110o – 103o-41o Bujur Timur, terletak di Pantai Barat Pulau Sumatera, Provinsi Bengkulu dilintasi oleh pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari Utara hingga bagian Selatan Pulau Sumatera. Sebelah Utara Bengkulu, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, sebelah Selatan Bengkulu berbatasan dengan Lampung dan Samudera Hindia, disebelah Barat Bengkulu berbatasan dengan Samudera Indonesia, sedangkan sebelah Timur Bengkulu berbatasan dengan Sumatera Selatan dan Jambi. Provinsi Bengkulu dengan ibukotanya Bengkulu, berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, dengan garis pantai sepanjang ± 433 Km. Bengkulu berdiri dan menjadi Provinsi ke 26 dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tangal 16 November 1968 melalui Undang-Undang No. 9 tahun 1967 Jo Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1968. Sebelumnya Bengkulu merupakan salah satu Karesidenan yang ada di Sumatera bagian Selatan Pada awal berdirinya Provinsi Bengkulu terdiri dari satu Kotamadya dan tiga Kabupaten, saat ini dengan adanya pemekaran Provinsi Bengkulu memiliki sembilan Kabupaten/Kota, yaitu :

  1. Kabupaten Muko-Muko
  2. Kabupaten Bengkulu Utara
  3. Kabupaten Bengkulu Tengah
  4. Kabupaten Lebong
  5. Kabupaten Rejang Lebong
  6. Kabupaten Kepahiang
  7. Kabupaten Seluma
  8. Kabupaten Bengkulu Selatan
  9. Kabupaten Kaur
  10. Kota Bengkulu.

Jumlah penduduk saat ini mencapai kurang lebih 1,6 juta jiwa yang tersebar pada 9 Kabupaten/Kota dan memiliki suku-suku besar yang mendiami dan dan menjadi cikal bakal penduduk Provinsi Bengkulu adalah Suku Serawai, Suku Rejang, Suku Melayu, Suku Lemak, Suku Muku-muko, Suku Pekal, Suku Enggano. Topografi Provinsi Bengkulu terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah Bagian timur daerah ini merupakan dataran tinggi dan pegunungan dengan udaranya yang sejuk serta memiliki berbagai fenomena alam yang unik dan menarik seperti Kawah Vulkanik yang dapat didekati, Air panas alam yang sangat baik untuk kesehatan, Air Terjun, Danau, Telaga Tujuh Warna, Selain fenomena alam wilayah ini juga menjadi pusat sayuran dan buah-buahan serta Perkebunan teh yang terhampar seperti pemadani hijau yang menyejukan.

Pada bagian barat daerah ini merupakan dataran rendah dengan Vegetasi Cemara Laut disepanjang pantai berpasir putih dengan panjang garis pantai lebih dari 525 KM. daerah perairan laut Bengkulu dengan pulau-pulau kecil didalamnya seperti, Pulau Tikus, Pulau Mego, Pulau Dua dan Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar dari batas wilayah Indonesia. Sebagian besar daerah Bengkulu masih diselimuti oleh Hutan Hujan Tropis dengan jenis Flora dan Fauna langka didalamnya seperti, Anggrek, Bunga Kibut ( tinggi mencapai antara 1-1.5 m ) , Bunga Rafflesia ( Bunga terbesar di dunia dengan diameter sampai Mencapai 1,5 m ), Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, Beruang Madu. Gajah Sumatera telah berhasil ditangkar dan menjadi salah satu atraksi wisata dalam Pusat latihan Gajah di Seblat. Ibukota Provinsi Bengkulu merupakan kota Pantai tua yang memilki peningalan Sejarah Ingris antara lain Benteng Marlborough, Monumen Thomas Parr, Tugu Hamillton, Kuburan Eropa. Disamping peningalan Sejarah Ingris kota Bengkulu mempunyai arti penting dalam rangkaian sejarah perjuangan bangsa yaitu sebagai tempat pembuangan Panglima Diponogoro, Sentot Alibasya, Ir. Sukarno yang kemudian menjadi Presiden I RI, dan Fatmawati Sebagai Ibu Negara dan Pahlawan Nasional. Sebagai mata rantai warisan dan kekayaan Budaya Bangsa Indonesia, Perjalanan sejarah Provinsi Bengkulu mempunyai daya tarik bagi Bangsa-bangsa lain yang dapat mendorong kegiatan Pariwisata. Sebagai Ibukota Provinsi, Kota Bengkulu terus berbenah diri dan menjadikan wilayah perairan dan pantainya sebagai kawasan wisata dengan daya tarik utama pantai berpasir putih dan kerindangan Cemara laut, yang didukung oleh sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang pariwisata lainya. Sarana Akomodasi yang tersedia menawarkan banyak pilihan mulai dari yang termurah sampai yang berkelas Internasional. Berbagai sarana transportasi dari dan ke Bengkulu juga tersedia baik darat maupun udara. Melalui udara dilayani dengan lima kali penerbangan dalam satu hari dengan waktu tempuh satu jam dari Jakarta. Transportasi darat menghubungkan dari kota-kota yang ada di Sumatera dan Jawa dengan fasilitas bus yang dilengkapi dengan AC, toilet, video/karaoke. Saat ini Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berbenah diri memacu pembangunan pembangunan daerah dan memberikan dukungan penuh dengan berbagai kemudahan bagi Investor untuk menanamkan modalnya dalam bidang Pariwisata, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Pertambangan.

Sejarah Bengkulu

Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal. Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17. British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1713, dibangun benteng Marlborough (selesai 1719) yang hingga sekarang masih tegak berdiri. Namun demikian, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak bisa menghasilkan lada dalam jumlah mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas di daerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Saat ini, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • PDF
  • Twitter

Leave a Reply