Colors, like features, follow the changes of the emotions. – Pablo Picasso
Tahun 1666, ilmuwan Inggris Sir Isaac Newton menemukan bahwa ketika cahaya putih bersih dipantulkan melalui prisma, ia memisahkan ke semua warna yang terlihat. Newton juga menemukan bahwa setiap warna terdiri dari satu panjang gelombang dan tidak dapat dipisahkan lebih lanjut ke dalam warna lain.
Percobaan menunjukkan bahwa cahaya dapat dikombinasikan untuk membentuk warna lain. Misalnya, kombinasi lampu merah kuning terang akan menciptakan sebuah warna oranye. Sebuah warna dihasilkan dari campuran dari dua warna lain yang dikenal sebagai metamer. Beberapa warna, seperti kuning dan ungu, ketika salah satu warna tersebut tidak ikut dicampur maka akan menghasilkan warna putih terang. Kombinasi warna ini dikenal sebagai pelengkap atau warna turunan.
Efek Psikologis dari Warna
Ketika persepsi warna menjadi hal yang subyektif, ada beberapa efek warna yang memiliki makna universal. Warna merah di daerah spektrum warna yang dikenal sebagai hangat, termasuk warna merah, oranye, dan kuning. Warna ini membangkitkan emosi mulai dari perasaan hangat dan nyaman sampai perasaan marah dan permusuhan.


